Retak yang Kupelihara Diam - Diam
Aku tak pernah meminta
kau menjadi peka untukku.
Aku hanya berharap
kau suatu hari belajar berhenti
sebelum melukai tanpa sadar.
Kau tumbuh dengan dingin yang rapi,
wajahmu tenang, langkahmu pasti,
sementara aku
pelan-pelan belajar
menyimpan kecewa
agar tak mengganggu arahmu.
Setiap harap yang kutaruh padamu
retak sedikit demi sedikit—
bukan karena kau jahat,
melainkan karena kau tak pernah tahu
ada hati yang lelah menunggu perubahan.
Aku menunggumu berubah
dengan cara paling menyakitkan:
tetap mendukung
meski tahu harapanku
mungkin tak akan dijawab.
Ada malam-malam
di mana aku bertanya pada diri sendiri:
apakah berharap padamu
adalah bentuk kesetiaan
atau kebodohan yang kuberi nama cinta.
Kau tak pernah melihat
betapa sering aku menahan diri
untuk tidak kecewa terlalu dalam,
agar esok hari
aku masih bisa tersenyum
saat menyebut namamu dengan nada biasa.
Jika suatu hari kau menjadi lebih hangat,
aku mungkin sudah jauh—
meninggalkan harap yang patah
di tempat kau tak pernah menoleh.
Dan jika kau tak pernah berubah,
aku akan tetap mengingatmu
sebagai lelaki
yang pernah sangat kuharapkan tumbuh,
hingga aku sendiri
habis pelan-pelan
di dalam diam.
Komentar
Posting Komentar